“Kritiklah pendapatnya, namun tetap hormati orangnya. Tanggung jawab kita dalam hidup ini adalah menyingkirkan penyakitnya bukan orangnya”. Itulah salah-satu ungkapan Imam Assyafi'i Rahmathullah terkait etika dalam mengkritisi suatu kebijakan atau pendapat orang lain. Nasehat tersebut memberikan gambaran bahwa sikap menghormati dan menghargai antara satu sama lain sangatlah penting. Jangan hanya karena persoalan perbedaan pendapat bisa memutuskan silaturahmi.
Mengkritisi kebijakan yang salah merupakan suatu keharusan. Namun yang paling penting dipahami adalah bagaimana cara dalam mengkritisinya agar tidak menyinggung yang dikritik. Bila caranya kurang tepat dalam mengkritisi suatu pendapat walaupun untuk tujuan yang baik. Maka konsekuensinya akibat kritikan tersebut akan menimbulkan efek yang negatif. Parahnya lagi adalah, jangankan untuk diikuti saran yang telah dikritisi tersebut, didengar-pun tidak terhadap kritikan itu sendiri. Kritik yang tujuan dasarnya demi kebaikan malah akan memperkeruh suasana. Penting untuk dipahami cara mengkritisi seseorang agar tujuan lewat kritikan tersebut bisa tersampaikan demi kebaikan.
Makna lain yang penting untuk dipahami lewat pesan tersebut adalah silaturahmi harus tetap terjaga sekalipun kita telah mengkritisinya. Kalau setelah mengkritisi seseorang dapat merenggangkan silaturahmi maka bagi si pengkritik sendiri harus mengoreksi cara dalam mengkritisi seseorang. Jangan hanya karena kritikan yang bertujuan demi suatu kebaikan malah akan melahirkan permusuhan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh si pengkritik. Pertama, bagi si pengkritik memilik tawaran solusi untuk memperbaiki pendapat yang telah dikritisi tersebut. Kedua, harus menggunakan bahasa yang sopan agar yang dikritik tidak merasa tersinggung dengan kritikan tersebut. Ketiga, dalam mengkritisi harus menghindari kata-kata yang dapat memprovokasi ke hal-hal yang negatif, seperti; kata-kata yang mengandung unsur sara, justifikasi terhadap pribadi seseorang dan dapat menjatuhkan kewibawaan seseorang.
Sumber: Kisah Motivasi

0 Response to "SANG PENGKRITIK"
Post a Comment